Satu Korban Kecelakaan Pesawat Ditemukan, Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca

Nasional20 Dilihat

posthariini.com – Badan SAR bersama unsur TNI, Polri, dan relawan gabungan terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat di kawasan pegunungan Bulu Saurau, Kabupaten Maros. Medan yang curam, tertutup kabut tebal, serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Pada hari terbaru operasi, tim SAR mengonfirmasi telah menemukan satu korban di sebelah utara puncak lokasi jatuhnya pesawat. Korban ditemukan tidak jauh dari titik serpihan pesawat yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh tim di lapangan.

“Melalui komunikasi radio dengan tim di puncak, kami pastikan satu korban telah ditemukan dan saat ini sedang diupayakan untuk dievakuasi menuju Posko Aju di Tompobulu,” ujar perwakilan tim SAR di lokasi.

Medan Ekstrem dan Evakuasi Bertahap

Lokasi penemuan korban berada di area dengan kemiringan tajam pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut (MDPL). Tim bahkan harus melakukan teknik rappelling atau turun dengan tali untuk menjangkau titik tersebut.

“Medannya luar biasa sulit. Saat personel turun ke bawah, mereka bahkan sudah tidak terlihat dari atas. Kabut tebal juga sangat membatasi jarak pandang,” jelas petugas.

Karena kondisi tersebut, proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Korban terlebih dahulu ditarik ke atas menuju jalur pendakian sebelum dibawa turun ke posko terdekat.

Proses Identifikasi di RS Bhayangkara

Setelah berhasil dievakuasi, korban akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Identification). Tim DVI tidak dapat berpindah lokasi, sehingga seluruh proses identifikasi dipusatkan di rumah sakit tersebut.

Pihak keluarga korban juga telah dimintai sampel pendukung guna memudahkan proses pencocokan identitas.

Serpihan Pesawat dan Titik Jatuh

Di lokasi kejadian, tim SAR menemukan sejumlah serpihan pesawat yang tersebar di kawasan Bulu Saurau. Titik jatuh pesawat dipastikan berada di area puncak, dengan beberapa bagian pesawat terlempar ke sisi utara akibat benturan keras dan kemungkinan rolling ke bawah jurang.

Petugas meminta semua pihak, termasuk media dan relawan, untuk mematuhi prosedur keselamatan mengingat area tersebut sangat berbahaya.

Operasi Masih Berlanjut

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR juga mengumpulkan keterangan saksi, termasuk dari pendaki yang berada di kawasan tersebut sebelum kejadian, guna memperjelas kronologi dan kemungkinan lokasi korban lainnya.

“Operasi ini membutuhkan tenaga, waktu, dan koordinasi yang sangat besar. Kami mohon dukungan semua pihak agar proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” tutup petugas SAR.