PM Jepang Sanai Takaichi Berencana Bubarkan Parlemen, Pemilu Bisa Digelar Lebih Cepat
Perdana Menteri Jepang Sanai Takaichi menyatakan niatnya untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (majelis rendah) dalam waktu dekat. Pembubaran ini direncanakan akan dilakukan sebelum atau sesaat setelah masa sidang parlemen reguler tahun ini dibuka pada 23 Januari.
Rencana Disampaikan ke Petinggi Koalisi Pemerintah
Rencana pembubaran parlemen tersebut telah disampaikan langsung oleh Takaichi kepada para petinggi partai koalisi pemerintah. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari Partai Demokrat Liberal (LDP) serta Partai Inovasi Jepang pada hari yang sama.
Usai pertemuan di kantor perdana menteri, Ketua Partai Inovasi Jepang Hirofumi Yoshimura mengatakan kepada wartawan bahwa Perdana Menteri Takaichi berkeinginan membubarkan majelis rendah pada tahap awal masa sidang.
Pengumuman Resmi Dijadwalkan 19 Januari
Menurut Yoshimura, Perdana Menteri Takaichi dijadwalkan akan menjelaskan rencana pembubaran parlemen tersebut secara resmi kepada publik pada Senin, 19 Januari. Pernyataan resmi ini dinantikan karena akan menentukan arah politik Jepang dalam beberapa bulan ke depan.
Potensi Jadwal Pemilu Lebih Cepat
Jika Dewan Perwakilan Rakyat dibubarkan tidak lama setelah masa sidang parlemen selama 150 hari dimulai, maka proses Pemilihan Umum Legislatif berpotensi berlangsung lebih cepat dari jadwal normal.
Kampanye resmi diperkirakan dapat dimulai pada 27 Januari atau 3 Februari 2025. Sementara itu, hari pemungutan suara diprediksi akan dilaksanakan pada 15 atau 18 Februari 2025.
Dampak Politik Nasional
Pembubaran parlemen lebih awal merupakan langkah strategis yang dapat memengaruhi peta politik nasional Jepang. Keputusan ini dinilai akan menjadi ujian bagi kekuatan koalisi pemerintah sekaligus membuka peluang perubahan komposisi kekuasaan di parlemen.
Publik dan pengamat politik kini menanti pernyataan resmi Perdana Menteri untuk memastikan arah kebijakan serta dinamika politik Jepang ke depan.

















