Lirik Lengkap Sholawat Nabi Putra Abdullah: Arab, Latin, Terjemahan & Maknanya

PostHariIni.com – Sholawat Nabi Putra Abdullah menjadi salah satu sholawat favorit umat Islam di Indonesia. Syair ini sering dilantunkan dalam majelis taklim, pengajian, atau acara keagamaan karena liriknya penuh pujian kepada Rasulullah SAW. Populer dengan judul alternatif “Manusia Idolaku Nabiyullah Muhammad”, sholawat ini pertama kali dipopulerkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan kini banyak dicover penyanyi seperti Nissa Sabyan, Ai Khodijah, hingga Ayu Dewi Elmighwar. Artikel ini sajikan lirik lengkap beserta arab, latin, terjemahan, serta makna agar lebih mudah dihayati dan diamalkan.

Asal Usul Sholawat Nabi Putra Abdullah

Sholawat ini bukan sholawat ma’tsurah dari hadits, melainkan sholawat mursal atau ciptaan ulama yang berisi pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Disebut “Nabi Putra Abdullah” karena Nabi SAW adalah putra Abdullah bin Abdul Muthalib. Liriknya menggabungkan sholawat klasik “Maula Ya Sholli” dengan bait-bait pujian dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami, membuatnya cocok untuk segala usia.

Sholawat ini viral di media sosial seperti TikTok dan YouTube, terutama versi cover yang energik dan menghibur. Banyak umat Muslim memakainya sebagai pengingat cinta kepada Rasulullah, terutama di bulan Maulid atau Ramadan.

Lirik Lengkap Sholawat Nabi Putra Abdullah (Arab, Latin & Terjemahan)

Berikut lirik lengkap yang umum dilantunkan. Bagian pembuka berupa sholawat ma’tsurah, diikuti bait pujian berulang.

Pembukaan Sholawat

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا

عَلىٰ حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Maula ya sholli wasallim daiman abada

A’la habibika khoiril kholqi kullihimi

Artinya: Ya Tuhanku, limpahkanlah shalawat dan salam yang abadi selamanya, atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.

Bait Utama (Berulang)

Nabi putra Abdullah

Nabiyullah Muhammad

Nabi kekasih Allah

Nabiyullah Muhammad

Manusia yang kucinta

Nabiyullah Muhammad

Manusia yang kupuja

Nabiyullah Muhammad

Manusia idolaku

Nabiyullah Muhammad

Manusia pujaanku

Nabiyullah Muhammad

Nabi penuntun umat

Nabiyullah Muhammad

Nabi pemberi syafa’at

Nabiyullah Muhammad

Pemimpin di dunia

Nabiyullah Muhammad

Pemimpin di akhirat

Nabiyullah Muhammad

Kuharap dapat mimpi

Nabiyullah Muhammad

Kuharap syafa’atmu

Nabiyullah Muhammad

Setelah setiap bait, biasanya kembali ke refrain:

Maula ya sholli wasallim daiman abada

A’la habibika khoiril kholqi kullihimi

Beberapa versi menambahkan variasi kecil, seperti “Manusia paling mulia” atau penyesuaian irama, tapi inti lirik tetap sama.

Makna dan Manfaat Melantunkan Sholawat Ini

Lirik sholawat ini penuh makna mendalam. Bagian “Nabiyullah Muhammad” mengingatkan bahwa Nabi SAW adalah utusan Allah. Pujian seperti “manusia idolaku” dan “pujaanku” menunjukkan cinta dan penghormatan tinggi. Doa syafa’at di akhir menjadi harapan umat untuk mendapat pertolongan Nabi di hari kiamat.

Manfaat amalan:

  • Mendekatkan diri kepada Allah melalui sholawat.
  • Meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
  • Menyejukkan hati dan menenangkan jiwa.
  • Mendapat pahala besar, sebagaimana janji Rasulullah: “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Lantunkan secara rutin, terutama setelah shalat atau di waktu luang, untuk tambah keberkahan.

Variasi Cover Populer

Sholawat ini sering dicover dengan aransemen berbeda:

  • Nissa Sabyan: Versi lembut dan merdu, cocok untuk anak muda.
  • Ai Khodijah: Nuansa qasidah klasik dengan irama menghanyutkan.
  • Ayu Dewi Elmighwar: Judul “Manusia Idolaku Nabiyullah Muhammad”, viral di YouTube dengan jutaan views.
  • Habib Syech: Versi asli yang lebih tradisional dan khusyuk.

Pilih versi yang sesuai selera untuk lebih mudah hafal dan ikhlas melantunkannya.

Kesimpulan

Sholawat Nabi Putra Abdullah adalah ungkapan cinta indah kepada Rasulullah SAW yang mudah dilantunkan sehari-hari. Dengan lirik penuh pujian, doa, dan harapan syafa’at, sholawat ini tak hanya menghibur tapi juga mendatangkan pahala dan ketenangan hati. Hafalkan liriknya, lantunkan dengan ikhlas, dan rasakan keberkahannya. Semoga Allah limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan kita termasuk umat yang mendapat syafa’atnya di akhirat kelak. Shalawatullah ‘alaika ya Rasulallah!