Brimob Polda Aceh Disersi, Diduga Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia

Internasional23 Dilihat

Brimob Polda Aceh Disersi, Diduga Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia

Seorang anggota Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga melakukan disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Informasi tersebut mencuat setelah rekaman video yang menampilkan Rio viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Rio mengaku kini berada di wilayah konflik Ukraina dan bergabung dengan Wagner Group, kelompok tentara bayaran asal Rusia. Ia bahkan menyebut tengah bertugas di garis depan wilayah Donbas.

Disersi Tanpa Izin Pimpinan

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Kristianto, membenarkan bahwa Bripda Muhammad Rio telah meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan.

“Yang bersangkutan disersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan,” kata Joko Kristianto saat dikonfirmasi pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Memiliki Riwayat Pelanggaran Kode Etik

Sebelum meninggalkan kesatuan, Bripda Muhammad Rio diketahui telah memiliki catatan pelanggaran kode etik profesi Polri. Ia sempat menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Mei 2025.

Kasus yang menjerat Rio kala itu berkaitan dengan perselingkuhan hingga pernikahan siri, yang berujung pada sanksi etik.

Pengakuan dalam Video Viral

Dalam video yang beredar luas, Rio memperkenalkan dirinya sebagai anggota Brimob leting 41, meski mengakui statusnya kini sudah tidak aktif. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di sebuah pangkalan Ukraina yang telah dikuasai pasukan Rusia.

Rio mengklaim direkrut langsung oleh tim khusus Wagner Group dan ditempatkan sebagai pengintai dengan tugas mengendap serta melakukan serangan di medan perang.

Ia juga menceritakan kondisi pertempuran yang menurutnya sudah menjadi hal biasa, termasuk suara ledakan bom yang terus terdengar di sekitarnya.

Alasan Meninggalkan Brimob

Dalam pernyataannya, Rio meminta maaf kepada rekan-rekan dan senior di Brimob karena tidak bisa melanjutkan pengabdian. Ia mengaku ingin mencari “suasana baru” dan “rezeki baru”.

Meski demikian, Rio menyatakan tidak akan melupakan tempat di mana ia dibesarkan dan dididik, termasuk Brimob dan Pusat Pendidikan Brimob.

Rencana Membuat Kanal Telegram

Di akhir videonya, Rio menyebutkan rencana untuk membuat kanal Telegram guna membagikan aktivitas dan kegiatannya sehari-hari di wilayah konflik. Ia juga mengarahkan rekan-rekannya untuk menghubungi nomor pribadinya.

Masih Menjadi Sorotan Aparat

Kasus dugaan disersi dan keterlibatan anggota Polri aktif dalam konflik bersenjata internasional ini menjadi perhatian serius. Polda Aceh menegaskan akan menangani kasus tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga kini, status hukum Bripda Muhammad Rio masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.