Kamboja Copot Dua Jenderal Imigrasi Terkait Sindikat Penipuan Daring

Internasional21 Dilihat

Pemerintah Kamboja Perketat Pemberantasan Kejahatan Daring

PostHariIni.com – Pemerintah Kamboja semakin menunjukkan keseriusannya dalam memberantas kejahatan daring yang marak beroperasi di wilayah negara tersebut. Langkah tegas terbaru dilakukan dengan mencopot dua perwira tinggi kepolisian dan imigrasi yang diduga terlibat langsung dalam jaringan kejahatan siber lintas negara.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir aparat yang bermain di balik praktik penipuan daring yang telah merugikan banyak korban, termasuk warga negara asing.

Dua Jenderal Dicopot Atas Persetujuan Perdana Menteri

Pada Rabu, 21 Januari 2026, media lokal Kamboja melaporkan bahwa pencopotan tersebut telah disetujui langsung oleh Perdana Menteri Hun Manet. Dua pejabat tinggi yang dicopot dari jabatannya adalah Wakil Direktur Jenderal Imigrasi, Legend Sockli H, serta Wakil Kepala Kepolisian Provinsi Stung Treng, Brigadir Jenderal Chan Sopan.

Selain pencopotan jabatan, pemerintah juga menjatuhkan sanksi tambahan berupa penurunan pangkat terhadap sejumlah bawahan kedua jenderal tersebut.

Belasan Bawahan Ikut Dijatuhi Sanksi

Tercatat terdapat lima bawahan Chan Sopan dan enam bawahan Legend Sockli H yang turut dikenai sanksi disipliner. Mereka diduga terlibat langsung dalam kejahatan yang dilakukan oleh atasannya, terutama dalam praktik penyelundupan manusia lintas negara.

Menurut laporan aparat, Chan Sopan dan jajarannya terlibat dalam penyelundupan warga negara Laos ke wilayah Kamboja. Dalam aksinya, mereka bekerja sama dengan empat warga Laos untuk mengatur jalur dan rute penyelundupan.

Korban Diselundupkan untuk Bekerja di Penipuan Online

Warga yang berhasil diselundupkan ke Kamboja diketahui kemudian dipekerjakan di berbagai pusat penipuan daring. Praktik ini menjadi salah satu sumber utama tenaga kerja bagi sindikat kejahatan siber yang selama ini beroperasi secara masif di kawasan Asia Tenggara.

Kasus ini memperkuat dugaan bahwa kejahatan penipuan daring di Kamboja tidak hanya melibatkan pelaku sipil, tetapi juga oknum aparat yang seharusnya bertugas menegakkan hukum.

Nama Pejabat Disebut dalam Kasus Bos Sindikat Chen

Sementara itu, Legend Sockli H dicopot setelah namanya disebut dalam penyelidikan terhadap Chen, seorang bos besar jaringan penipuan daring internasional. Sindikat Chen diketahui telah mengeruk puluhan miliar dolar Amerika Serikat dari berbagai modus penipuan digital.

Chen sendiri telah ditangkap dan diekstradisi ke Tiongkok untuk menjalani proses hukum. Kasus ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kejahatan siber lintas negara.

Operasi Besar Dibocorkan? Warga Lokal Curiga

Perdana Menteri Hun Manet kemudian menugaskan Menteri Senior Chai Sinarit untuk memimpin operasi pemberantasan terhadap sisa-sisa jaringan kejahatan daring lainnya. Pemerintah menegaskan bahwa operasi ini akan melibatkan kerja sama dengan negara mitra demi membongkar jaringan yang sebenarnya.

Namun, warga Kamboja yang tinggal di sekitar lokasi penipuan mengaku curiga. Mereka menyebut banyak pekerja telah meninggalkan lokasi beberapa hari sebelum aparat melakukan penggerebekan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa rencana operasi telah bocor ke telinga para pelaku.

Ribuan WNI Jadi Korban Penipuan Daring di Kamboja

Kejahatan penipuan daring di Kamboja juga diketahui melibatkan ribuan warga negara Indonesia sebagai pekerja. Dalam upaya menyelamatkan diri, ribuan WNI mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Sebagian dari mereka bahkan tidak memiliki dokumen resmi seperti paspor. Kementerian Luar Negeri RI mencatat, dalam kurun waktu 16 hingga 20 Januari 2026, sebanyak 1.440 WNI datang secara bertahap ke KBRI untuk mengadu dan mencari perlindungan.

Upaya Perlindungan dan Penegakan Hukum

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja untuk memastikan keselamatan para WNI dan menindaklanjuti proses hukum terhadap jaringan penipuan daring tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran kerja ilegal di luar negeri serta perlunya pengawasan ketat terhadap kejahatan siber lintas negara.

Baca Juga

 

Kesimpulan

Pencopotan dua jenderal di Kamboja menandai babak baru dalam pemberantasan kejahatan daring di negara tersebut. Meski demikian, dugaan kebocoran operasi menunjukkan bahwa jaringan ini masih memiliki pengaruh kuat. Dengan keterlibatan ribuan WNI sebagai korban, kerja sama internasional menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan siber lintas negara secara menyeluruh.